Amalan-Amalan yang Dihadiahi Rumah di Surga
Amalan-amalan yang dihadiahi Rumah di Surga
Ada beberapa amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi mereka yang menginginkan rumah di surga.
diantaranya:
1. Membangun masjid karena Allah
Dari Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘Anhu, berkata: Aku
mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّه لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّة
“Siapa yang membangun satu masjid untuk Allah maka Allah
akan membangunkan untuknya satu rumah di surga.” (Muttafaq ‘alaih)
Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhu, berkata: Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ بَنَى
مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا
فِي الْجَنَّةِ
“Siapa membangun masjid karena Allah walau seperti sarang
burung atau lebih kecil dari itu maka Allah akan membangunkan untuknya satu
rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah, al-Bazzar dan Ibnu Hibban. Dishahihkan
Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 6128)
2. Membaca surat Al-Ikhlas sepuluh kali
Dari hadits Mu’adz bin Anas Radhiyallahu ‘Anhu,
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ قُلْ
هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ
قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ
“Siapa yang membaca Qul Huwallaahu Ahad (Surat
Al-Ikhlash) sampai menghatamkannya sebanyak sepuluh kali niscaya Allah
bangunkan untuknya intana di surga.” (HR Ahmad dari Mu’adz bin Anas al-Juhani
& dihassankan Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 589)
3. Memuji Allah dan beristirja’ saat diuji dengan
kematian anak
Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
إِذَا مَاتَ
وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي
فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ فَيَقُولُونَ نَعَمْ
فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ
اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْ
“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah
berfirman kepada MalaikatNya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?”
Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “kalian telah mencabut nyawa buah
hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh
hamba-Ku?” Mereka berkata, “Ia memuji-Mu dan mengucapkan istirja’ (Innaa
Lilaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku
rumah di surga dan namai ia Rumah Pujian.” (HR. Al-Tirmidzi dan beliau
menghassankannya , juga dihasankan oleh Syaikh Al AlBani di Shahih al-Jami’)
4. Membaca doa masuk pasar
Dari Umar bin al-Khathab Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ دَخَلَ
السُّوقَ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ
الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُوَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ
الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ
حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ
دَرَجَةٍ وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّ
“Barangsiapa masuk pasar lalu ia mengucapkan, “Laa Ilaaha
Illallaahu wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku Walahul Hamdu, Yuhyii,
Wayumiitu, Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu, Biyadihil Khairu, Wahuwa ‘alaa Kulli
Syai-in Qadiir” niscaya Allah menuliskan baginya sejuta kebaikan, menghapuskan
darinya sejuta kejelekan, mengangkat derajatnya hingga sejuta derajat, dan
membangunkan untuknya rumah di surga”.” ( HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah,
Al-Hakim. Syaikh Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan)
5. Menutup celah barisan shaf shalat
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ سَدَّ
فُرْجَةً بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ وَ رَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً
“Siapa menutup celah (pada barisan shalat) niscaya Allah
bangunkan untuknya rumah di surga dan mengangkat derajatnya dengan perbuatannya
itu.” (HR. Al-Muhamili dalam Amaalinya dan dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah
Shahihah, no. 1892)
6. Menjaga shalat-shalat sunah rawatib dua belas rakaat
Dari Ummu Habibab Radhiyallahu ‘Anh
a,
berkata: Aku Mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ صَلَّى
اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ
فِي الْجَنَّةِ
“Siapa
yang shalat 12 rakaat dalam sehari semalam niscaya dibangunkan untuknya rumah
di surga.” (HR. Muslim)
Shalat
12 raka’at itu adalah empat rakaat sebelum Dzuhur & dua rakaat sesudahnya,
dua raka’at sesudah maghrib, dua rakaat setelah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum
Shubuh sebagaimana yang terdapat dalam hadits ‘Aisyah dalam Sunan al-Tirmidzi
dan Ibnu majah.
7.
Iman, islam, hijrah dan berjihad fi sabilillah
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنَا زَعِيمٌ وَالزَّعِيمُ الْحَمِيلُ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَهَاجَرَ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَأَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلَمْ يَدَعْ لِلْخَيْرِ مَطْلَبًا وَلَا مِنْ الشَّرِّ مَهْرَبًا يَمُوتُ حَيْثُ شَاءَ أَنْ يَمُوتَ
“Aku
menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berhijrah dengan sebuah
rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang paling tinggi. Aku
menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk Islam dan berjihad dengan rumah di
pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang paling tinggi. Barangsiapa
yang melakukan itu, ia tidak membiarkan satupun kebaikan, dan lari dari semua
keburukan, ia meninggal, di mana saja Dia kehendaki untuk meninggal.” (HR.
Al-Nasai, Ibnu Hibban dan Al-Hakim. Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani
rahimahullah).
8.
Meninggalkan perdebatan walaupun ia berada dalam kebenaran
9.
Meninggalkan dusta dalam becanda
10.
Berakhlak mulia
Ketiga
amalan terakhir diatas terangkum dalam sebuah hadits dari Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَنَا زَعِيمٌ
بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا
وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا
وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَه
“Aku
menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang
meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam posisi yang benar,
juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa saja yang meninggalkan berbohong
walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa
saja yang berakhlak mulia.” (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. di
hasankan oleh syaikh Al Bani rahimahullah)
Inilah
beberapa amalan-amalan yang dijanjikan surga, semoga kita semakin semangat dan
berusaha untuk istiqamah dalam mengamalkannya untuk kehidupan kita di akhirat
yang kekal.

0 Response to "Amalan-Amalan yang Dihadiahi Rumah di Surga"
Post a Comment